Komisi HAK-KWI

Logo Komisi HAK (JPG)2

Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan merupakan komisi yang berfokus pada pembangunan relasi antaragama dan kepercayaan yang ada di Indonesia dan bernaung pada Konferensi Waligereja Indonesia. Visi dari Komisi HAK KWI adalah terwujudnya Gereja yang ramah dan peduli kepada lingkungan, yang berfokus pada Gereja yang hadir dan menyapa mereka yang tertindas serta Gereja menjadi rekan dalam mencari kebenaran dengan menciptakan kebersamaan di kalangan masyarakat akar rumput lewat dialog hidup dan karya.

Dalam karyanya membangun relasi antaragama, Komisi HAK KWI bergerak dengan cara berdialog dengan agama-agama lain di Indonesia dengan berpedoman pada pendekatan-pendekatan berikut:

Pendekatan Budaya. Pendekatan budaya dilakukan sebagai penghormatan terhadap nilai-nilai baik, benar, dan indah. Keanekaragaman budaya nusantara yang kaya warna dapat dijadikan penawar terhadap kecenderungan dominasi budaya tertentu, yang bahkan bukan budaya lokal. Pendekatan budaya ini menjadi strategi untuk melawan radikalisme.

Pendekatan Jaringan. Membangun kerjasama dengan umat beragama lain, dan siapa pun yang berkehendak baik menangkap tanda-tanda zaman, menanggapi isu-isu strategis dalam berbagai bidang kehidupan bersama, melakukan advokasi untuk membela korban penyalahgunaan kekuasaan dan kekerasan. Berbagai fora, kolokium, seminar, pertemuan umat, telah dilakukan untuk memajukan inter-religious dialogue dalam berbagai tingkat.

Pendekatan Kemanusiaan. Menurut pengalaman berbagai peristiwa bencana, krisis nasional, dapat menajdi saat untuk meningkatkan mutu kehidupan bersama melalui kepedulian dan solidaritas berbagai teman hidup bersama. Prakarsa tersebut menjadi langkah awal untuk merayakan buah-buah kerjasama dengan siapapun yang berkehendak baik.

Pendekataan Roh Kudus. Dalam berbagai peristiwa, kita sampai pada keadaan seolah-olah tanpa harapan, ketika kita merasa bahwa berbagai usaha kita gagal. Demikian juga kita berhadapan dengan teror dan kekerasan, bisa jadi kita diam seribu bahasa. Saat itulah saat doa bagi kita, berdoa dengan siapapun yang berkehendak baik, untuk membuka hati terhadap pendekatan Roh Kudus, yang memberdayakan kita agar lebih kreatif lagi untuk menimbang-nimbang perkara, menegaskan apa kehendak Allah bagi kita, kemudian menemukan jalan alternatif baru untuk masa depan lebih baik.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s