Lagi-lagi, Anak Kecil Pemilik Kerajaan Surga

kids

 

Sambil menunggu jemputan umat untuk Perayaan Ekaristi di lingkungan, Timin masuk ke dalam Kapel Adorasi Ekaristi Abadi St. Maria Bunda Sakramen Mahakudus yang berada di kompleks pastoran Kebon Dalem. Sedikitnya sepuluh orang berdoa di hadapan Sakramen Mahakudus malam itu. Dua di antaranya anak-anak yang berdoa bersama ibunya.

Sang kakak duduk sambil membaca Kitab Suci. Usianya masih SD. Anak itu juga belum menerima komuni pertama, sebab saya hafal, setiap kali mengikuti Perayaan Ekaristi, dia maju menerima “komuni bathuk” alias berkat di dahi. Tentu saja, adiknya lebih kecil lagi.

Sementara sang kakak asyik membaca Kitab Suci, sang adik duduk manis sambil memegang bolpoint dan membuat sesuatu. Sedangkan ibunda mereka asyik berdoa di belakang mereka. Timin bersimpuh di hadapan Sakramen Mahakudus di samping anak kecil yang sedang asyik membuat sesuatu dengan balpointnya di atas secarik kertas.

Selesai berdoa, Timin melirik anak kecil itu. Ternyata, anak itu menggambar sesuatu. Anak itu sesekali mendongakkan wajahnya lalu menunduk dan membuat coretan. Ia menggambar. Yang dia gambar adalah dua pilar yang ada di samping altar utama Kapel Adorasi. Dan di antara pilar-pilar itu ada empat bunga matahari yang mirip monstran tempat Sakramen Mahakudus ditahtakan. Di atas pilar terhadap lima kumbang, tiga awan dan satu matahari dengan garis-garis sinarnya dan pada bulatan matahari terhadap dua mara dan bibir yang melengkung. Di antara kumbang-kumbang terdapat lima lengkung dan garis tampak seperti buku, atau dua pintu jendela. Saya tidak tahu apa maksud dari semua itu. Di sudut kanan atas terdapat tulisan EliA 12.

“Boleh gambarnya buat saya?”, tanya Timin. Anak itu mengangguk. Dan menyerahkan kertas bergambar karyanya itu sambil tersenyum. Setelah itu, dia mengambil kertas kosong lagi entah mau menggambar apa lagi, Timin tidak tahu, karena ia harus segera berangkat ke lingkungan.

Timin bahagia menyaksikan dan mengalami Kerajaan Allah dalam diri anak kecil itu. Ia juga berterima kasih bahwa ibunda anak itu mengajak si kecil berada di Kapel Adorasi Ekaristi Abadi tanpa keributan, di ahening asyik dengan aktivitasnya tanpa mengganggu orang lain nemun berada di ruang kudus di hadapan Sakramen Mahakudus. Luar biasa!

 

Sumber: Majalah INSPIRASI , Nomor 101 Tahun IX Januari 2013 halaman 3.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s