Sanctissimi Visitatio

Siang itu, setelah makan siang, Timin mengadakan kunjungan suci (Sanctissimi visitatio) di kapel Adorasi Ekaristi Abadi St. Maria Bunda Sakramen Mahakudus yang berada di Pastoran Kebon Dalem, Semarang. Durasi (lama) waktu visitasi suci dan adorasi jaga bakti memang berbeda. Jaga bakti biasanya dilakukan Timin sekurang-kurangnya selama satu jam, pada jam-jam dini hari setiap Senin-Selasa-Rabu dan Jumat-Sabtu. Sedangkan visitasi suci dilakukan setiap saat tanpa jadwal pasti, barang 10-30 menit.

Ada peristiwa unik siang itu. Tiba-tiba seorang bocah masuk. Ia memegang bahu seorang ibu (yang ternyata ibunya bocah itu). Sambil memegang bahu ibundanya dari samping kanan, dia menggoda ibunya dengan seruan “Naaaaahhhh…!” Mengalami hal itu, sang ibu memberi syarat agar anaknya diam dengan menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya seraya berdesis, “Ssssssttttt! Ndak boleh berisik!”

Terdengar samar-samar si bocah berkata, “Salah ya. Mana doa tobatnya…” Sang ibu merangkul anaknya dan membiarkan sang anak duduk di pangkuannya. Sang anak membuat tanda salib, kedua telapak tangannya mengepal di dagunya dan sambil menunduk dia berdoa. Entah doa apa, mungkin doa tobat karena sudah dianggap berisik di kapel adorasi tadi oleh ibunya.

Melihat adegan itu, Timin mencari-cari BlackBerry-nya bermaksud memotretnya. Sayang, anak itu keburu bangkit setelah membuat tanda salib dan hendak keluar. Timin pun meraih tangan anak itu, memberikan berkat pada dahinya dan berkata, “Doa lagi disitu!” (Maksud Timin, biar bisa memotretnya). Tapi anak itu bilang, “Ndak mau. Aku sudah selesai kok!”

Anak itu langsung keluar. Timin penasaran. Maka Timin pun mengakhiri visitais suci dan bermaksud menyapa anak itu. Saat Timin sedang keluar, Timin menyaksikan bocah itu sedang mengenakan sepatunya. Timin pun memotretnya. Tiba-tiba dia berkomentar sambil mengacungkan kepalan tangan kirinya. “Wow, berani motret saya sedang pakai sepatu. Awas ya!!”

Pas dia mengacungkan kepalan tangannya, pas Timin menjepret dia! Timin pun bertanya, “Namamu siapa?

“Rian”, jawabnya.

“Rumahmu mana?” tanya Timin.

“Petolongan 55” jawabnya.

“Oke , Nyo.., terima kasih ya!” sahut Timin sambil membetulkan kerah bajunya yang tidak pas.

Anak itu berlari ke Sekolahan si SD Kebon Dalem. Timin tercenung. “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku” (Matius 18:5). Sabda Yesus itu terngiang hati Timin. (Timin)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s