Yang hina dina diangkat-Nya!

selamat tidur

ilustrasi

 

Timin adalah penderita penjepitan syaraf tulang belakang! Itu merupakan akibat dari masa kecilnya. Saat masih kelas 3 SD Kanisius Baturetno (SD itu sudah tutup sekarang ini), ia jatuh dari pohon cemara setinggi 6 meter dalam posisi terduduk; persis di halaman SD tersebut! Gara-gara itulah, hingga sekarang ini, penyakit punggung Timin suka mendadak kambuh, apalagi kalau posisi duduk atau tidur tidak bagus atau memaksa diri mengangkat barang-barang berat.

Waktu peristiwanya terjadi sekian puluh tahun silam, seketika setelah jatuh, Timin lumpuh dan bisa selama tiga hari! Terbaring lemas di tempat tidur tak bisa bicara dan menangis, tak bisa bangun apalagi berjalan! Syukurlah, berkat doa dan upaya dari kedua orangtuanya, terutama berkat Doa Astuti malam Jumat Pertama kala itu, Timin bisa sembuh seketika. Ia bisa berjalan lagi, menangis, dan berbicara lagi.

Itulah trauma masa lalu yang terus disyukurinya walau kadang-kadang sakit secara fisik. Belum lama ini, Timin pergi bersama rekan-rekannya menumpang bus dan terpaksa duduk di bangku paling belakang, persis di atas ban bus tersebut sebelah kiri. Bisa dibayangkan betapa tidak nyamannya duduk dalam posisi itu. Namun Timin tetap berupaya menikmatinya! Itulah bagian kecil dari solidaritas dalam kebersamaan.

Wow, lama-lama, ternyata ndak tahan juga. Apalagi setelah perjalanan pulang dari Weleri hingga Jakarta selama berjam-jam. Itupun sudah dengan upaya pindah tempat selama beberapa saat menjelang fajar. Begitulah, dalam perjalanan lanjut Jakarta-Bandung, Timin melihat sebuah peluang. Di sudut belakang bus, dekat toilet, terdapat satu tempat seadanya yang biasa dipergunakan supir pengganti untuk beristirahat. Atas seizin yang bersangkutan, Timin merebahkan diri di sudut itu dan tidur. Rekan Timin, Romo Agoeng berhasil memotret realitas itu dan mengirimkannya via BBM kepada Timin. Timin pun menjadikannya PP BB dengan status “Tidur di pojok bus OBL…”

Ternyata, benarlah Kidung Magnificat, “Ia meninggikan orang-orang yang hina” (Lukas 1:52). PP BB Timin yang terkulai di pojokan bus itu telah jadi gambar orang hima yang menimbulkan belas kasihan. Maka, tiba-tiba ada SMS yang mengirimkan booking-an tiket pesawat Bandung-Semarang, sehingga Timin tak harus bersusah payah dalam perjuangan di atas bus dalam perjalanan panjang kembali ke Semarang. Begitulah Tuhan menyelamatkan orang yang hina dina dan nestapa ini dari penderitaan. Amrih Mulya dalem Gusti (Timin)

Sumber: Majalah INSPIRASI, Edisi No. 105 Tahun IX Mei 2013

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s