Membangun Komunitas Kolaboratif: Memperkuat Civil Society dalam Membangun Perdamaian dan Mencegah Konflik, Aksi Nyata Hubungan Antaragama dan Kepercayaan

 Berikut adalah sambutan Mgr. Johannes Pujasumarta* pada saat Dialog Umat Antaragama dan Kepercayaan Tingkat Regional IV, 12 Maret 2012 di Semarang.

85746

Para tamu yang saya hormati,

Pertama-tama saya ingin memperkenalkan diri saya. Saya Johannes Pujasumarta, Uskup Agung Semarang yang kelima. Saya dan segenap staf saya merasa terhormat mendapat kunjungan Anda semua dari berbagai negara tetangga di wilayah Asia. Perjumpaan ini merupakan suatu hal yang penting untuk menyadarkan kita bahwa dialog antaragama dan kepercayaan bukanlah suatu pilihan, namun merupakan suatu kebutuhan untuk membangun dunia yang lebih baik. Maka sudilah kiranya menikmati waktu selama tinggal di Semarang untuk melakukan dialog antaragama dan kepercayaan kita.

 

Beberapa catatan tentang Keuskupan Agung Semarang

Keuskupan Agung Semarang mencakup 4 Kevikepan, yaitu, Semarang, Kedu, Surakarta, dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Tiga Kevikepan, yaitu Semarang, Kedu, dan Surakarta, terletak di Provinsi Jawa Tengah. Setelah 100 tahun menjalankan misinya, pada akhir tahun 2010, Keuskupan Agung Semarang menaungi 400.000 umat Katolik yang dibaptis yang tersebar di lebih dari 90 paroki. Angka tersebut merupakan 2.05% dari jumlah penduduk yang ada.

Untuk memberikan cakrawala yang ideal tentang Keuskupan Agung Semarang, saya ingin menampilkan Arah Dasar Keuskupan Agung Semarang 2011-2015. Arah Dasar ini pertama kali dirumuskan pada tahun 1984 yang kemudian diperbarui setiap lima tahun sekali. Arah dasar ini diperuntukkan untuk seluruh Keuskupan Agung untuk didiskusikan dan diterjemahkan ke dalam program-program pastoral. Umat Allah Keuskupan Agung Semarang, sebagai persekutuan paguyuban-paguyuban murid-murid Yesus Kristus, dalam bimbingan Roh Kudus, berupaya menghadirkan Kerajaan Allah sehingga semakin siginifikan dan relevan bagi warganya dan masyarakat.

Dalam masyarakat Indonesia yang sedang berjuang menuju tatanan hidup baru yang adil, damai, sejahtera, dan demokratis, umat Allah berperan secara aktif mengembangkan habitus baru berdasarkan semangat Injil dengan beriman mendalam dan tangguh serta ambil bagian mewujudkan kesejahteraan umum.

Langkah pastoral yang ditempuh adalah pengembangan umat Allah, terutama optimalisasi peran kaum awam, secara kesinambungan dan terpadu dalam mewujudkan iman di tengah masyarakat; pemberdayaan kaum kecil, lemah, miskinm tersingkir, dan difabel; serta pelestarian keutuhan ciptaan. Langkah tersebut didukung oleh tata penggembalaan yang sinergis, mencerdaskan, dan memberdayakan umat beriman, serta memberikan peran pada berbagai karisma yang hidup dalam diri pribadi maupun kelompok.

Umat Allah Keuskupan Agung Semarang, dengan tulus, setia, dan rendah hati bertekad bulat melaksanakan upaya tersebut, serta mempercayakan diri pada penyelenggaraan ilahi seturut teladan Maria, hamba Allah dan Bunda Gereja.

Allah yang memulai pekerjaan baik di antara kita akan menyelesaikannya (bdk. Flp 1:6)

Dialog Antaragama dan Kepercayaan merupakan sebuah kebutuhan

Terinspirasi oleh isi yang diajarkan di dalam Konsili Vatikan II (1962-1965), kami memiliki misi untuk menjadikan Gereja tampil di dalam dialog dengan realitas yang ada di Indonesia. Kami menggiatkan apa yang kami sebut dialog tiga tingkat, yaitu, dialog dengan berbagai latar belakang budaya melalui inkulturasi; dialog dengan berbagai agama melalui dialog antaragama dan kepercayaan, dan dialog dengan kaum miskin melalui pemberdayaan di dalam pilihan-pilihan yang diambil dengan dan bagi kaum miskin. Sehingga, merupakan keharusan bahwa kita bekerja sama dengan semua pihak yang berkehendak baik. Kami melihat bahwa dialog merupakan sebuah cara yang baru sebagai orang Indonesia, karena menjadi religius di Indonesia di dalam tatanan masyarakat yang bersifat plural, perlu untuk menjadi orang yang interreligius.

Dicerahkan oleh Deklarasi Mengenai Hubungan Gereja dengan Agama-agama non Kristiani NOSTRA AETATE, yang diserukan oleh Bapa Suci Paus Paulus VI tanggal 28 Oktober 1965, kami diarahkan untuk menggiatkan dialog antaragama dan kepercayaan sebagaimana yang dinyatakan di dalam dokumen tersebut, “Gereja mendorong para puteranya, supaya dengan bijaksana dan penuh kasih, melalui dialog dan kerjasama dengan para penganut agama-agama lain, sambil memberi kesaksian tentang iman serta perihidup kristiani, mengakui, memelihara, dan mengembangkan harta-kekayaan rohani dan moral serta nilai-nilai sosio-budaya, yang terdapat pada mereka” (Nostra Aetate 2).

Di tingkat keuskupan, kami bekerjasama dengan Komisi Hubungan Antaragama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Semarang untuk mendorong umat Katolik proaktif dalam berdialog dengan umat agama yang lain dalam berbagai tingkatan. Bersama dengan semua orang yang berkehendak baik, kami bekerja untuk menggiatkan penyelesaian dan pencegahan konflik. Kunjungan silaturahmi merupakan cara yang umum yang kami lakukan untuk membangun persaudaraan antarumat  beragama yang kami selenggarakan tidak pada saat sedang terjadi konflik. Untuk menyegarkan umat Katolik agar sadar tentang arti penting dialog ini, kami meluangkan waktu khusus setahun sekali di hari Minggu bulan Januari, tanggal 18-25 sebagai Hari Dialog Antaragama dan Kepercayaan. Kami ingin hidup bersama dengan umat lain dengan harmonis.

Musyawarah (sila ke-4 dari Pancasila) merupakan cara kami untuk menimbang segala sesuatu yang terjadi di antara kami. Kami mempertimbangkan musyawarah sebagai pertimbangan komunitas. Kami sadar bahwa kekerasan bukanlah cara untuk menyelesaikan masalah dalam kehidupan masyarakat. Masa depan dunia yang lebih baik tegantung pada keinginan kita untuk melakukan dialog antaragama dan kepercayaan.

 

*Uskup Keuskupan Agung Semarang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s