Lebih Baik Mantan Preman, daripada Mantan….

Sore itu, Timin meluncur memenuhi undangan yang disampaikan oleh PITI (Perhimpunan Islam Tionghoa  Indonesia) untuk acara buka bersama dan silaturahim di replika kapal Cheng Ho, di kompleks Klenteng Tay Kak Sie Gang Lombok Semarang. Tertulis dalam undangan, acara dimulai pukul 16.30. Itulah sebabnya, sebelum pukul 16.30, Timin sudah berangkat menuju lokasi yang sudah ditetapkan.

Sesampai di lokasi, ternyata Timin menjadi tamu pertama yang datang serta menulis di urutan pertama buku tamu yang tersedia. Para ibu yang sedang berpotret-ria di atas replika kapal Cheng Ho menyambut dengan ramah. Karena Timin datang dengan mengenakan jubah, maka, dengan mudah langsung dikenali oleh mereka.

“Waaah, Rama sudah datang…!” seru seorang ibu yang memotret teman-temannya.

“Iya tuh…, Rama biasanya kan tertib, tepat waktu… Mari Rama, silahkan duduk.” Sambut ibu yang lain.

Ternyata, para ibu yang lengkap berbusana Muslimah itu kreatif juga. Sambil menunggu, daripada bengong sendirian, maka Timin pun diajak untuk berfoto-foto pula oleh mereka! “Ayo Rama, foto-foto bersama dulu dengan kami…!” ajak seorang ibu yang pertama kali menyambut kedatangan Timin.

Begitulah, Timin berfoto bersama dengan para ibu yang sejak Timin datang sudah berfoto-foto di tempat pertemuan dengan latar belakang spanduk yang ada. Sementara itu, datang sejumlah tamu undangan lain yang kemudian bergabung untuk berfoto-foto bersama!

“Boncissss…!” teriak ibu yang sejak awal bersikap ramah dan mengajak berfoto serta memotret kami semua.

Acara pun dimulai. Setelah berbagai sambutan (termasuk Timin pun diminta memberi sambutan spontan atas acara tersebut), lagi-lagi, acaranya sebelum buka adalah foto bersama. Saat berfoto bersama itu, Timin menanggapi sharing yang disampaikan oleh Pak Anton Medan, salah satu pembicara kunci dalam acara tersebut. Saat memberikan sharing, Pak Anton Medan memang mengatakan. “Saya dulu preman! Tetapi sekarang sudah bertobat…”

Itulah sebabnya, saat berfoto bersama, dan Timin mendapat kesempatan bersanding dengan Pak Anton Medan, Timin pun berkata, “Terima kasih sharingnya! Lebih baik mantan preman, daripada mantan biarawan yang jadi preman…! Pak Anton Medan pun menyahut, “Ya, lebih baik mantan penjahat, daripada mantan ustad yang jadi penjahat…!”

Obrolan itu langsung mengingatkan Timin akan kutipan dari Kitab Nabi Yehezkiel 36:26, “Kalian akan kuberi hati baru dab roh baru dalam batinmu. Hati yang keras membatu akan Kuambil dari batinmu, dan hati yang taat lembut akan Kuberikan kepadamu.” (Timin)

 

 

Sumber : Majalah INSPIRASI, Edisi No. 97 Tahun IX September 2012

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s